Kekerasan terhadap
anak semakin meningkat tiap tahunnya. Saya masih percaya bahwa tidak ada
orangtua yang mempunyai niat buruk terhadap anaknya. Tapi, ada-ada saja
orangtua yang tega menyiksa, menganiaya, bahkan membunuh anaknya. Tak cukup
hukuman yang ditegakkan Negara bagi para pelakunya, Kekerasan Dalam Rumah
Tangga (KDRT) tiada habisnya. Komnas
Perlindungan Anak Indonesia pun seakan hanya menjadi lembaga pajangan Negara,
Kasus-kasus kekerasan diketahui setelah korban tewas atau binasa.
Terkadang kejahatan
tidak hanya dilakukan oleh orang jahat, akan tetapi orang baik yang diam melihat kejahatan pun
terhitung sebagai tindak kejahatan. Mayoritas Masyarakat hari ini tak
menghiraukan sekitar. Mereka disibukkan oleh aktivitasnya masing-masing tanpa
melihat kondisi sekitar.
Kasus-kasus
kekerasan khususnya terhadap anak perlu dijadikan bahan renungan dan evaluasi
bagi para Pembina, pendidik, dan pengamat negeri. Mengapa kasus kekerasan
terhadap anak kian meningkat per tahunnya? Apa penyebabnya? Bagaimana
penyelesaiannya?
Banyak orang yang
hanya menjadi penonton saat tindak kejahatan merajalela, pemerintah pun tak
beranjak mengusut dan menyelesaikan permasalahan yang ada. tak dapat
dipungkiri, menghilangkan suatu tindak kejahatan di negeri ini adalah sebuah
ketidakmungkinan. Tapi, tak ada salahnya jika orangtua ikut meminimalisir hal
tersebut karena kekerasan terhadap anak bisa saja dilakukan orang-orang yang
ada dilingkungannya dengan cara menjaga mereka dan memberi pembekalan Ilmu bela
diri, serta pendidikan budi pekerti terhadap mereka.
Sebagai seorang mahasiswa, saya sadar bahwa
seorang anak dilahirkan tidak beserta buku panduannya. Seperti saat kita
membeli alat elektronik, tentu membesarkan atau mendidiknya tidak akan sesulit
ini. Terkadang orangtua lupa mensyukuri betapa luar biasanya ciptaan Tuhan yang
dititipkan pada mereka. Namun, perlu dicamkan bahwa semua anak terlahir fitrah.
Mereka berhak mendapatkan kasih sayang, dan cinta dari orangtua melalui didikan
dan asuhan yang baik untuknya.
Semoga ini dapat
menjadi bahan renungan bersama, khususnya para pendidik bangsa, yang memiliki
andil dalam mengokohkan negeri besar bernama Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar