Sudah menjadi fitrah orang tua
mencintai dan menyayangi anaknya. Bukti rasa cintanya pun dapat dilihat dalam
bentuk didikan dan asuhan mereka hingga anak itu dewasa. Pendidikan anak dalam keluarga sangatlah penting, dimana
peran keluarga sebagai mitra utama dalam meningkatkan keterampilan sosial yang
positif. Peran orang tua dan keluarga
memiliki dampak yang paling langsung dan abadi terhadap tumbuh kembang anak.
Akan tetapi, ada beberapa hal
yang dilupakan orang tua dalam mendidik anaknya, salah satunya ialah ucapan
positif untuk anak. Karena seyogyanya setiap ucapan direspon langsung oleh anak
dan menjadi bagian dari doa dan kebenaran untuknya.
Masaru Emoto, peneliti air dari
negeri Sakura. Hasil penelitiannya dituangkan dalam sebuah artikel di salah
satu situsnya yang berjudul The Hidden Message
In Water. Dalam pengamatannya
mengenai air yang diteropong menggunakan mikroskop, Masaru Emoto menemukan
sesungguhnya air dapat bereaksi terhadap ucapan atau tulisan yng ia dekatkan
dengan air tersebut. Jika kita mengucapkan kalimat positif (misalnya; ‘kamu
cantik’), air akan berubah bentuk menjadi kristal-kristal kecil yang indah.
Sebaliknya bila kalimatnya negatif (misalnya; ‘kamu bodoh’) air akan berubah
bentuk lagi menjadi tidak beraturan dan bahkan keruh.
Berdasarkan komposisinya, tubuh
anak-anak memiliki kandungan air hingga 90% itu berarti ucapan, pikiran, dan
tindakan yang diterima seorang anak akan berpengaruh luar biasa besar dalam
mengembangkan konsep diri yang positif. Pemaparan Masaru Emoto ini, patut
dijadikan teguran dan peringatan bagi kita yang terbiasa memaki anak atau murid
di sekolah.
Ucapan positif boleh jadi makanan super untuk
jiwa anak, terutama ketika anak gagal mencoba sesuatu. Pujian tulus pada setiap
usaha kecilnya pun dapat memompa semangatnya untuk terus berbuat baik.
Jadi, alangkah baiknya jika kita
mendidik anak dengan ucapan postif, cinta kasih, dan segala rasa syukur atas
segala kelebihan dan kekurangannya. Karena potret Indonesia ditentukan oleh
bagaimana orangtua dan guru mendidik anak-anaknya sekarang.
Semoga ini dapat menjadi bahan
renungan bersama, khususnya para pendidik bangsa, yang memiliki andil dalam
mengokohkan negeri besar bernama Indonesia.
SOURCES: BUKU AYAH EDY (MEMBANGUN INDONESIA YANG
KUAT DARI KELUARGA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar